Tidak sedikit kalangan pengusaha, khususnya pelaku sektor usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) yang kesulitan mendapatkan kredit pembiayaan dari bank. Salah satunya dipengaruhi
oleh kurang lengkapnya data-data yang diperlukan tidak tersaji dalam proposal yang
diajukan.
Nah, untuk menepis kegagalan karena dalam menyusun proposal kredit dalam kebingungan
sehingga kekurangan data dan terlihat kurang bankable. Atau sebaliknya karena keraguan yang
menyelinap, apakah proposal yang disusun sudah fisible dan bankable.
Mengingat, kemampuan menyusun proposal kredit memang akan memberi banyak manfaat dalam
usaha. Sebab, pihak lain tidak mungkin langsung menerima permohonan pinjaman tanpa
mempelajari dahulu proposal yang diajukan. Maka, mencermati hal tersebut, proposal
merupakan bagian terpenting dalam mengajukan kredit ke bank, juga penting untuk menarik
perhatian pihak bank, karena proposal telah detail mendeskripsikan tentang usaha kita
prospektif atau tidak.
Ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh jika kita mampu menyusun proposal. Antara lain,
pihak kreditur akan memprioritaskan pinjaman yang diajukan pemohon. Pemohon juga akan
memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar. Pelaku usaha
(pemohon) akan mendapatkan penghargaan karena usahanya menjadi besar dan dianggap teladan
di bidangnya. Serta, mempunyai relasi yang makin luas.
Berikut ini adalah contoh susunan suatu proposal.
Halaman pertama (cover) memuat nama usaha/koperasi (di atas/ tengah halaman), tempat usaha,
bulan dan tahun pembuatan proposal (biasanya di bawah).
Halaman kedua memuat profil singkat usaha dan identitas pemilik usaha, yaitu nama, alamat
dan telepon koperasi/perusahaan. Nama pengurus, karyawan dan direksi/manager, lokasi usaha
dan jumlah anggota (bagi koperasi).
Ringkas
Isi proposal sebaiknya diringkas dan memuat antara lain, profil singkat usaha dan identitas
pemilik, total kredit yang diminta, paket kredit bagi setiap anggota (bagi koperasi),
jangka waktu pengembalian kredit, grace period (tenggang waktu), alternatif jaminan beserta
nilai taksirannya dan kapan usaha akan dimulai, klasifikasi dan kemandirian koperasi dan
kapan rencana usaha/proyek akan dijalankan.
Isi Proposal
Pendahuluan, yaitu berisikan tentang latar belakang pendirian usaha, alasan mengenai
perlunya investasi dan modal kerja, serta iklim usaha secara umum dan rencana usaha ke
depan.
Tujuan penggunaan dana pembiayaan dan jumlah yang diperlukan, menerangkan tujuan penggunaan
dana pembiayaan dan jumlah dana pembiayaan yang diperlukan. Juga bagaimana akan menggunakan
dana tersebut secara spesifik dan jelas.
Berisikan sejarah dan eksplanasi mengenai usaha koperasi, seperti informatif, factual dan
tanpa emosi. Menyangkut kapan usaha didirikan, lokasi awal usaha didirikan, teknologi dan
peralatan yang digunakan awal pendirian usaha, perkembangan jumlah karyawan/pengurus,
perkembangan jumlah produksi, permintaan dari mana saja, dan pemasaran ke mana saja.
Informasi Pasar Mengenai Produk dan Jasa Spesifik
Informasi ini menggunakan fakta yang ada, dalam bentuk angka- angka dan nama-nama,
misalnya, apa saja produk dan jasa yang ditawarkan (yang telah/akan dihasilkan), siapakah
para pembeli produk dan saingannya. Apakah ada perusahaan mempunyai spesialisasi pada satu
atau dua macam produk, atau memang menawarkan berbagai macam produk untuk dipasarkan. Apa
yang dilakukan oleh pemilik usaha dalam menjaga atau meningkatkan bagiannya dalam pasar
(market share). Permintaan-penawaran, identifikasi berbagai indikator umum yang ada
kaitannya dengan permintaan dan penawaran produk seperti data kependudukan, pendapatan per
kapita suatu wilayah, pemasaran produk dan data lainnya yang berhubungan dengan permintaan
penawaran. Analisa persaingan, diuraikan posisi dan upaya pesaing dalam memasarkan produk
sejenis, terutama perbandingan dalam mutu, harga, dan pelayanan. Saluran distribusi
(terangkan metode saluran distribusi pemasaran serta jelaskan kelebihan saluran distribusi
pemasaran yang digunakan). Rencana pemasaran (mengenai produk apa yang akan dipasarkan di
lokal, antar kota, provinsi, dan eksport, serta perkembangan harga di tingkat lokal rata-
rata 2-3 tahun terakhir.
Aspek Produksi
Halaman yang mengulas aspek produksi harus menerangkan perihal, proses produksi dan
teknologi. Untuk usaha produksi sebaiknya dijelaskan teknologi yang diterapkan, mesin dan
peralatan serta spesifikasi harga, proses produksi secara singkat, bagan dan arus produksi.
Untuk bidang perdagangan juga ditulis proses pengadaan barang terjadinya transaksi hingga
penyerahan barang. Berapa kapasitas produksinya (untuk jenis usaha produksi perlu
mencantumkan kapasitas produksi dan rencana produksi per tahun). Membuat peta dalam bentuk
gambaran tangan yaitu menjelaskan dimana lokasi usaha berada, penting lokasi usaha itu
tidak terkena larangan pemerintah. Jelaskan juga secara rinci lahan/tanah dengan ukuran
baku (hektar/meter persegi), misalnya apakah lahan itu hak milik, sewa atau bentuk
kepemilikan lainnya (jelaskan apakah ada bangunan yang diperlukan untuk usaha. Perihal
bahan baku dan bahan pembantu juga dijelaskan mudah/tidaknya dalam pengadaanya, termasuk
sumber, ketersediaan pasokan, volume, mobilisasi bahan baku dan system pembeliannya
(tunai/kredit).
Aspek Sosial Ekonomi
Halaman ini berisikan tentang penjelasan aspek sosial ekonominya, yaitu terhadap lapangan
kerja, jelaskan apakah usaha tersebut mampu menyerap tenaga kerja, dan berapa jumlah tenaga
kerja yang terserap oleh usaha itu. Apakah ada keterikatan dengan usaha besar, kecil, mikro
dan koperasi mohon dicantunkan. Demikian berkaitan dengan pendapatan, berikan penjelasan
mengenai usaha yang sedang dijalani akan memberikan pengingkatan pendapatan dan ekonomi.
Sejarah Keuangan Usaha/Koperasi
Untuk menguraikan hal ini (laporan keuangan) minimal selama dua tahun terakhir berupa,
neraca, laporan laba/rugi, jenis, jumlah, dan penggunaan kredit, cashflow (arus kas)
penerimaan dan pengeluaran dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Administrasi dan
laporan-laporan lainnya. pembelian, produksi, dan penjualan/ekspor dan data-data menyangkut
SDM, modal, dan material. Sebaiknya bentuk laporan keuangan ini diserahkan secara lengkap
dan tepat.
Proyeksi Keuangan
Pada kolom ini yang menjelaskan soal proyeksi keuangan juga harus memuat beberapa hal,
yairu tentang kapasitas usaha, pembelian, dan produksi, data penjualan dan ekspor, biaya
proyek dan rencana pembiayaan, anggaran uang tunai (cash budget), laporan pendapatan
(laba/rugi) proforma, neraca pro forma untuk satu tahun fiskal mendatang dan sumber dan
penggunaan dana.
Sifat Proyeksi Keuangan ini harus realistik, didasarkan atas asumsi-asumsi yang wajar dan
dapat memberikan deskripsi tentang kemungkinan profit atau loss.
Demikian perihal jaminan yang diberikan, juga dijelaskan tentang wujud jaminannya, berupa
barang yang dibiayai serta jaminan lain bila dipandang perlu. Misalnya, berupa sebidang
tanah dan bangunan/mesin, tanah kosong, persediaan barang, atau yang lanilla. tanah dan
bangunan/mesin, tanah kosong, persediaan.
Penutup
Rubrik ini berisikan tentang harapan dan ucapan tarima kasih pada pihak bank (lembaga
pemberi) kredit. Harapan dan ucapan terimakasih pada pihak bank .
Lampiran
Informasi tambahan lain yang mendukung dalam bentuk lampiran antara lain, fotokopi KTP,
SIM, rencana-rencana dalam blueprint, gambar-gambar atau foto-foto, fotocopy dokumen-
dokumen resmi (legal documents) seperti: SIUP, TDP, NPWP, Akta. Pendirian Usaha, identitas
pengurus dan catatan-catatan penting serta data sensus dan data demografis.
Dalam pelaksanaannya, data-data di atas dapat ditambah/dikurangi disesuaikan dengan jenis
usaha. Pada substansinya, proposal yang komprehesif dan menarik sangat diperlukan untuk
meyakinkan pihak perbankan untuk memberikan kredit.
Selamat mencoba semoga
berhasil.
Upload Date 0
Article Counter 8
Polling tidak berhadiah
0 Responden
Ditutup
[ Lihat Semua Polling ]
SENJA DI PANTAI LOSARI
Lentikan jari itu terurai lembut mengikuti irama Tunrung Pakanjara atau tabuhan gendang dari alat musik pui-pui. Deretan penari pria dan wanita melenggok dengan taburan senyum bersahabat, membelakangi surya yang perlahan mulai terbenam di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Topic: Wisata
MENEROPONG NILAI EKONOMI SINGKONG
Berkat sentuhan inovasi, nilai ekonomi singkong bisa terdongkrak tinggi. Komoditi yang kerap ditempatkan di kelas dua ini, berpotensi menjadi salah satu andalan untuk menopang ketahanan pangan dan energi di masa depan.
Topic: Fokus
PERTUMBUHAN IKSP MENGGEMBIRAKAN
Bisnis IKSP tumbuh signifikan. Tapi tak demikian di sektor keanggotaan, cuma bertambah empat unit. Padahal jumlah KSP dan USP di tanah air, tak kurang dari 35 ribu unit.
Topic: Nasional
PASANG SURUT KOPERASI JAKARTA
Konon, koperasi di DKI Jakarta sudah berusia satu abad, seiring kejayaan perdagangan era kolonial Belanda di Tanah Jawa. Tapi, pasang surut perkembangan koperasi di Ibu Kota RI selalu berujung pada kegetiran.
Topic: Laporan Khusus
PELUANG KEUANGAN SYARIAH
Ketika banyak orang membicarakan bagaimana sulitnya mencari kerja, tanpa harus gembar-gembor, sektor keuangan syariah memberi bukti dengan menyerap banyak tenaga kerja.
Topic: Keuangan
Copyright majalah-pip.com 2008. All rights reserved. 16,166 Number of visitor since April 2007
Created by PT. Ainet Multimedia Synergy, an IT Software Developer foc
Dalam rangaka untuk melanjutkan program kerja Th 2009, sekaligus untuk memperkenalkan Swamitra Mina di Kota Banjarmasin, Swamitra Mina adakan RAT Th Buku 2008 yang pertama RAT ini dihadiri oleh kepala dinas Koperasi Provinsi Kalimantan Selatan, serta para anggota Koperasi Swamitra Lepp M3 dan para undangan.
Koperasi Ini berdiri pada tahun 2005 dan sampai sekarang telah mencetak Laba yang cukup bagus, Dengan di nakhodai oleh Arkani sebagai Managernya, dan membawa beberapa karyawati sanggup membawa koperasi ini kearah yang lebih baik, semoga tahun tahun akan datang akan lebih baik lagi. Selamat.
>> Swamitra Sumber, Karawang Lamban Tapi Pasti
Berlokasi di dekat pasar Johar Karawang, idealnya Swamitra Sumber diminati banyak debitor. Tapi, perkembangan swamitra ini justru bergerak dengan filosofi alon-alon waton kelakon.
Sewaktu masih bernama Koperasi Sumber, yang namanya diambil dari singkatan Sarana Usaha
Membantu Beban Rumah Tangga, lembaga keuangan nonbank ini memang baru sekadar melayani
anggota berupa simpan pinjam dengan nilai pinjaman maksimal Rp 5 juta. Tapi, memasuki
1997, setelah menjalin kerja sama dengan Bank Bukopin, terbentuklah Swamitra Sumber dengan
perkuatan pendanaan senilai Rp 500 juta. Imbasnya, swamitra ini mampu melayani kebutuhan
anggota hingga sebesar Rp 50 juta.
Secara bertahap, kualitas pelayanan pun jadi meningkat dan kinerja mengalami perubahan
drastis. Dari pola pembukuan sederhana menjadi modern karena jajaran karyawannya telah
mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Bank Bukopin agar dalam pelaksanaanya benar-benar
profesional dan berkualitas. “Mereka mengikuti pelatihan di dalam kelas selama dua minggu
dan praktiknya sebulan di swamitra yang ada di Jakarta dan Cirebon,” kata Account Officer
Supervisi Mikro Kantor Cabang Bank Bukopin Karawang Indra Gunawan saat mendampingi PIP
mengunjungi Swamitra Sumber di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Gang Rafia, Karawang,
Jawa Barat, pertengahan Juni lalu.
Seiring perjalanan waktu, seharusnya Swamitra Sumber bergerak maju. Tapi nyatanya dalam
beberapa kali laporan pembukuan malah sempat mengalami minus, tapi berkat kerja keras lima
orang karyawan yang dimanajeri Ano Supri Yatno, memasuki tahun berikutnya bisa menghasilkan
surplus hasil usaha sebesar Rp 15 juta.
Kini, setelah beroperasi selama hampir 12 tahun, aset Swamitra Sumber yang semula hanya
beberapa juta saja, sekarang tercatat sekitar Rp 1,1 miliar. Angka yang memang masih
relatif kecil jika dibandingkan dengan jangka waktu pendiriannya. Tapi memang begitulah
kenyataannya, karyawan yang mendapat tugas untuk mengembangkan swamitra bukannya tidak
bekerja secara maksimal, bahkan mereka sudah melakukan upaya pengembangan dengan berbagai
cara, mulai dari melakukan usaha jemput bola dengan mendatangi para pemilik kios di
lingkungan pasar, hingga pendekatan kepada para majikan atau juragan yang memiliki anak
buah di tiap-tiap toko penjual sembako atau lainnya untuk memotivasi bawahannya supaya
gemar menyimpan di swamitra. Kalaupun hasilnya masih belum dirasakan maksimal, dengan
semangat yang dimiliki, para karyawan Swamitra Sumber merasa yakin dapat mengembangkan
usahanya.
“Kami sebenarnya sudah menyusun program bagaimana mengembangkan swamitra ini ke depan.
Apalagi kalau melihat potensi yang ada, kesempatan untuk besar itu masih tetap terbuka,”
kata salah seorang karyawan, Rahmad Guntur Nasution.
Swamitra Sumber merupakan satu dari empat swamitra yang tersisa di bawah supervisi Kantor
Cabang Bank Bukopin Karawang, tiga lainnya ada di Pasar Induk Cibitung Kabupaten Bekasi,
Pasar Rengasdengklok dan Pasar Plered Purwakarta. Sedangkan empat swamitra lainnya sudah
lama ditutup karena dalam perkembangannya selalu mengalami minus.
Menyusun Proposal Kredit
Tidak sedikit kalangan pengusaha, khususnya pelaku sektor usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) yang kesulitan mendapatkan kredit pembiayaan dari bank. Salah satunya dipengaruhi
oleh kurang lengkapnya data-data yang diperlukan tidak tersaji dalam proposal yang
diajukan.
Nah, untuk menepis kegagalan karena dalam menyusun proposal kredit dalam kebingungan
sehingga kekurangan data dan terlihat kurang bankable. Atau sebaliknya karena keraguan yang
menyelinap, apakah proposal yang disusun sudah fisible dan bankable.
Mengingat, kemampuan menyusun proposal kredit memang akan memberi banyak manfaat dalam
usaha. Sebab, pihak lain tidak mungkin langsung menerima permohonan pinjaman tanpa
mempelajari dahulu proposal yang diajukan. Maka, mencermati hal tersebut, proposal
merupakan bagian terpenting dalam mengajukan kredit ke bank, juga penting untuk menarik
perhatian pihak bank, karena proposal telah detail mendeskripsikan tentang usaha kita
prospektif atau tidak.
Ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh jika kita mampu menyusun proposal. Antara lain,
pihak kreditur akan memprioritaskan pinjaman yang diajukan pemohon. Pemohon juga akan
memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar. Pelaku usaha
(pemohon) akan mendapatkan penghargaan karena usahanya menjadi besar dan dianggap teladan
di bidangnya. Serta, mempunyai relasi yang makin luas.
Berikut ini adalah contoh susunan suatu proposal.
Halaman pertama (cover) memuat nama usaha/koperasi (di atas/ tengah halaman), tempat usaha,
bulan dan tahun pembuatan proposal (biasanya di bawah).
Halaman kedua memuat profil singkat usaha dan identitas pemilik usaha, yaitu nama, alamat
dan telepon koperasi/perusahaan. Nama pengurus, karyawan dan direksi/manager, lokasi usaha
dan jumlah anggota (bagi koperasi).
Ringkas
Isi proposal sebaiknya diringkas dan memuat antara lain, profil singkat usaha dan identitas
pemilik, total kredit yang diminta, paket kredit bagi setiap anggota (bagi koperasi),
jangka waktu pengembalian kredit, grace period (tenggang waktu), alternatif jaminan beserta
nilai taksirannya dan kapan usaha akan dimulai, klasifikasi dan kemandirian koperasi dan
kapan rencana usaha/proyek akan dijalankan.
Isi Proposal
Pendahuluan, yaitu berisikan tentang latar belakang pendirian usaha, alasan mengenai
perlunya investasi dan modal kerja, serta iklim usaha secara umum dan rencana usaha ke
depan.
Tujuan penggunaan dana pembiayaan dan jumlah yang diperlukan, menerangkan tujuan penggunaan
dana pembiayaan dan jumlah dana pembiayaan yang diperlukan. Juga bagaimana akan menggunakan
dana tersebut secara spesifik dan jelas.
Berisikan sejarah dan eksplanasi mengenai usaha koperasi, seperti informatif, factual dan
tanpa emosi. Menyangkut kapan usaha didirikan, lokasi awal usaha didirikan, teknologi dan
peralatan yang digunakan awal pendirian usaha, perkembangan jumlah karyawan/pengurus,
perkembangan jumlah produksi, permintaan dari mana saja, dan pemasaran ke mana saja.
Informasi Pasar Mengenai Produk dan Jasa Spesifik
Informasi ini menggunakan fakta yang ada, dalam bentuk angka- angka dan nama-nama,
misalnya, apa saja produk dan jasa yang ditawarkan (yang telah/akan dihasilkan), siapakah
para pembeli produk dan saingannya. Apakah ada perusahaan mempunyai spesialisasi pada satu
atau dua macam produk, atau memang menawarkan berbagai macam produk untuk dipasarkan. Apa
yang dilakukan oleh pemilik usaha dalam menjaga atau meningkatkan bagiannya dalam pasar
(market share). Permintaan-penawaran, identifikasi berbagai indikator umum yang ada
kaitannya dengan permintaan dan penawaran produk seperti data kependudukan, pendapatan per
kapita suatu wilayah, pemasaran produk dan data lainnya yang berhubungan dengan permintaan
penawaran. Analisa persaingan, diuraikan posisi dan upaya pesaing dalam memasarkan produk
sejenis, terutama perbandingan dalam mutu, harga, dan pelayanan. Saluran distribusi
(terangkan metode saluran distribusi pemasaran serta jelaskan kelebihan saluran distribusi
pemasaran yang digunakan). Rencana pemasaran (mengenai produk apa yang akan dipasarkan di
lokal, antar kota, provinsi, dan eksport, serta perkembangan harga di tingkat lokal rata-
rata 2-3 tahun terakhir.
Aspek Produksi
Halaman yang mengulas aspek produksi harus menerangkan perihal, proses produksi dan
teknologi. Untuk usaha produksi sebaiknya dijelaskan teknologi yang diterapkan, mesin dan
peralatan serta spesifikasi harga, proses produksi secara singkat, bagan dan arus produksi.
Untuk bidang perdagangan juga ditulis proses pengadaan barang terjadinya transaksi hingga
penyerahan barang. Berapa kapasitas produksinya (untuk jenis usaha produksi perlu
mencantumkan kapasitas produksi dan rencana produksi per tahun). Membuat peta dalam bentuk
gambaran tangan yaitu menjelaskan dimana lokasi usaha berada, penting lokasi usaha itu
tidak terkena larangan pemerintah. Jelaskan juga secara rinci lahan/tanah dengan ukuran
baku (hektar/meter persegi), misalnya apakah lahan itu hak milik, sewa atau bentuk
kepemilikan lainnya (jelaskan apakah ada bangunan yang diperlukan untuk usaha. Perihal
bahan baku dan bahan pembantu juga dijelaskan mudah/tidaknya dalam pengadaanya, termasuk
sumber, ketersediaan pasokan, volume, mobilisasi bahan baku dan system pembeliannya
(tunai/kredit).
Aspek Sosial Ekonomi
Halaman ini berisikan tentang penjelasan aspek sosial ekonominya, yaitu terhadap lapangan
kerja, jelaskan apakah usaha tersebut mampu menyerap tenaga kerja, dan berapa jumlah tenaga
kerja yang terserap oleh usaha itu. Apakah ada keterikatan dengan usaha besar, kecil, mikro
dan koperasi mohon dicantunkan. Demikian berkaitan dengan pendapatan, berikan penjelasan
mengenai usaha yang sedang dijalani akan memberikan pengingkatan pendapatan dan ekonomi.
Sejarah Keuangan Usaha/Koperasi
Untuk menguraikan hal ini (laporan keuangan) minimal selama dua tahun terakhir berupa,
neraca, laporan laba/rugi, jenis, jumlah, dan penggunaan kredit, cashflow (arus kas)
penerimaan dan pengeluaran dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Administrasi dan
laporan-laporan lainnya. pembelian, produksi, dan penjualan/ekspor dan data-data menyangkut
SDM, modal, dan material. Sebaiknya bentuk laporan keuangan ini diserahkan secara lengkap
dan tepat.
Proyeksi Keuangan
Pada kolom ini yang menjelaskan soal proyeksi keuangan juga harus memuat beberapa hal,
yairu tentang kapasitas usaha, pembelian, dan produksi, data penjualan dan ekspor, biaya
proyek dan rencana pembiayaan, anggaran uang tunai (cash budget), laporan pendapatan
(laba/rugi) proforma, neraca pro forma untuk satu tahun fiskal mendatang dan sumber dan
penggunaan dana.
Sifat Proyeksi Keuangan ini harus realistik, didasarkan atas asumsi-asumsi yang wajar dan
dapat memberikan deskripsi tentang kemungkinan profit atau loss.
Demikian perihal jaminan yang diberikan, juga dijelaskan tentang wujud jaminannya, berupa
barang yang dibiayai serta jaminan lain bila dipandang perlu. Misalnya, berupa sebidang
tanah dan bangunan/mesin, tanah kosong, persediaan barang, atau yang lanilla. tanah dan
bangunan/mesin, tanah kosong, persediaan.
Penutup
Rubrik ini berisikan tentang harapan dan ucapan tarima kasih pada pihak bank (lembaga
pemberi) kredit. Harapan dan ucapan terimakasih pada pihak bank .
Lampiran
Informasi tambahan lain yang mendukung dalam bentuk lampiran antara lain, fotokopi KTP,
SIM, rencana-rencana dalam blueprint, gambar-gambar atau foto-foto, fotocopy dokumen-
dokumen resmi (legal documents) seperti: SIUP, TDP, NPWP, Akta. Pendirian Usaha, identitas
pengurus dan catatan-catatan penting serta data sensus dan data demografis.
Dalam pelaksanaannya, data-data di atas dapat ditambah/dikurangi disesuaikan dengan jenis
usaha. Pada substansinya, proposal yang komprehesif dan menarik sangat diperlukan untuk
meyakinkan pihak perbankan untuk memberikan kredit.
Selamat mencoba semoga
berhasil.
Upload Date 0
Article Counter 8
Polling tidak berhadiah
0 Responden
Ditutup
[ Lihat Semua Polling ]
SENJA DI PANTAI LOSARI
Lentikan jari itu terurai lembut mengikuti irama Tunrung Pakanjara atau tabuhan gendang dari alat musik pui-pui. Deretan penari pria dan wanita melenggok dengan taburan senyum bersahabat, membelakangi surya yang perlahan mulai terbenam di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Topic: Wisata
MENEROPONG NILAI EKONOMI SINGKONG
Berkat sentuhan inovasi, nilai ekonomi singkong bisa terdongkrak tinggi. Komoditi yang kerap ditempatkan di kelas dua ini, berpotensi menjadi salah satu andalan untuk menopang ketahanan pangan dan energi di masa depan.
Topic: Fokus
PERTUMBUHAN IKSP MENGGEMBIRAKAN
Bisnis IKSP tumbuh signifikan. Tapi tak demikian di sektor keanggotaan, cuma bertambah empat unit. Padahal jumlah KSP dan USP di tanah air, tak kurang dari 35 ribu unit.
Topic: Nasional
PASANG SURUT KOPERASI JAKARTA
Konon, koperasi di DKI Jakarta sudah berusia satu abad, seiring kejayaan perdagangan era kolonial Belanda di Tanah Jawa. Tapi, pasang surut perkembangan koperasi di Ibu Kota RI selalu berujung pada kegetiran.
Topic: Laporan Khusus
PELUANG KEUANGAN SYARIAH
Ketika banyak orang membicarakan bagaimana sulitnya mencari kerja, tanpa harus gembar-gembor, sektor keuangan syariah memberi bukti dengan menyerap banyak tenaga kerja.
Topic: Keuangan
Copyright majalah-pip.com 2008. All rights reserved. 16,166 Number of visitor since April 2007
Created by PT. Ainet Multimedia Synergy, an IT Software Developer foc
By: mulham on June 24, 2009
at 10:30 am
Dalam rangaka untuk melanjutkan program kerja Th 2009, sekaligus untuk memperkenalkan Swamitra Mina di Kota Banjarmasin, Swamitra Mina adakan RAT Th Buku 2008 yang pertama RAT ini dihadiri oleh kepala dinas Koperasi Provinsi Kalimantan Selatan, serta para anggota Koperasi Swamitra Lepp M3 dan para undangan.
Koperasi Ini berdiri pada tahun 2005 dan sampai sekarang telah mencetak Laba yang cukup bagus, Dengan di nakhodai oleh Arkani sebagai Managernya, dan membawa beberapa karyawati sanggup membawa koperasi ini kearah yang lebih baik, semoga tahun tahun akan datang akan lebih baik lagi. Selamat.
By: Mulham on August 6, 2009
at 10:34 am
>> Swamitra Sumber, Karawang Lamban Tapi Pasti
Berlokasi di dekat pasar Johar Karawang, idealnya Swamitra Sumber diminati banyak debitor. Tapi, perkembangan swamitra ini justru bergerak dengan filosofi alon-alon waton kelakon.
Sewaktu masih bernama Koperasi Sumber, yang namanya diambil dari singkatan Sarana Usaha
Membantu Beban Rumah Tangga, lembaga keuangan nonbank ini memang baru sekadar melayani
anggota berupa simpan pinjam dengan nilai pinjaman maksimal Rp 5 juta. Tapi, memasuki
1997, setelah menjalin kerja sama dengan Bank Bukopin, terbentuklah Swamitra Sumber dengan
perkuatan pendanaan senilai Rp 500 juta. Imbasnya, swamitra ini mampu melayani kebutuhan
anggota hingga sebesar Rp 50 juta.
Secara bertahap, kualitas pelayanan pun jadi meningkat dan kinerja mengalami perubahan
drastis. Dari pola pembukuan sederhana menjadi modern karena jajaran karyawannya telah
mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Bank Bukopin agar dalam pelaksanaanya benar-benar
profesional dan berkualitas. “Mereka mengikuti pelatihan di dalam kelas selama dua minggu
dan praktiknya sebulan di swamitra yang ada di Jakarta dan Cirebon,” kata Account Officer
Supervisi Mikro Kantor Cabang Bank Bukopin Karawang Indra Gunawan saat mendampingi PIP
mengunjungi Swamitra Sumber di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Gang Rafia, Karawang,
Jawa Barat, pertengahan Juni lalu.
Seiring perjalanan waktu, seharusnya Swamitra Sumber bergerak maju. Tapi nyatanya dalam
beberapa kali laporan pembukuan malah sempat mengalami minus, tapi berkat kerja keras lima
orang karyawan yang dimanajeri Ano Supri Yatno, memasuki tahun berikutnya bisa menghasilkan
surplus hasil usaha sebesar Rp 15 juta.
Kini, setelah beroperasi selama hampir 12 tahun, aset Swamitra Sumber yang semula hanya
beberapa juta saja, sekarang tercatat sekitar Rp 1,1 miliar. Angka yang memang masih
relatif kecil jika dibandingkan dengan jangka waktu pendiriannya. Tapi memang begitulah
kenyataannya, karyawan yang mendapat tugas untuk mengembangkan swamitra bukannya tidak
bekerja secara maksimal, bahkan mereka sudah melakukan upaya pengembangan dengan berbagai
cara, mulai dari melakukan usaha jemput bola dengan mendatangi para pemilik kios di
lingkungan pasar, hingga pendekatan kepada para majikan atau juragan yang memiliki anak
buah di tiap-tiap toko penjual sembako atau lainnya untuk memotivasi bawahannya supaya
gemar menyimpan di swamitra. Kalaupun hasilnya masih belum dirasakan maksimal, dengan
semangat yang dimiliki, para karyawan Swamitra Sumber merasa yakin dapat mengembangkan
usahanya.
“Kami sebenarnya sudah menyusun program bagaimana mengembangkan swamitra ini ke depan.
Apalagi kalau melihat potensi yang ada, kesempatan untuk besar itu masih tetap terbuka,”
kata salah seorang karyawan, Rahmad Guntur Nasution.
Swamitra Sumber merupakan satu dari empat swamitra yang tersisa di bawah supervisi Kantor
Cabang Bank Bukopin Karawang, tiga lainnya ada di Pasar Induk Cibitung Kabupaten Bekasi,
Pasar Rengasdengklok dan Pasar Plered Purwakarta. Sedangkan empat swamitra lainnya sudah
lama ditutup karena dalam perkembangannya selalu mengalami minus.
sumber: Majalah Pip Edisi Juli 2009
By: Mulham on August 6, 2009
at 10:42 am