Berita

Responses

  1. Menyusun Proposal Kredit

    Tidak sedikit kalangan pengusaha, khususnya pelaku sektor usaha mikro kecil dan menengah
    (UMKM) yang kesulitan mendapatkan kredit pembiayaan dari bank. Salah satunya dipengaruhi
    oleh kurang lengkapnya data-data yang diperlukan tidak tersaji dalam proposal yang
    diajukan.

    Nah, untuk menepis kegagalan karena dalam menyusun proposal kredit dalam kebingungan

    sehingga kekurangan data dan terlihat kurang bankable. Atau sebaliknya karena keraguan yang
    menyelinap, apakah proposal yang disusun sudah fisible dan bankable.

    Mengingat, kemampuan menyusun proposal kredit memang akan memberi banyak manfaat dalam

    usaha. Sebab, pihak lain tidak mungkin langsung menerima permohonan pinjaman tanpa
    mempelajari dahulu proposal yang diajukan. Maka, mencermati hal tersebut, proposal
    merupakan bagian terpenting dalam mengajukan kredit ke bank, juga penting untuk menarik

    perhatian pihak bank, karena proposal telah detail mendeskripsikan tentang usaha kita
    prospektif atau tidak.

    Ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh jika kita mampu menyusun proposal. Antara lain,
    pihak kreditur akan memprioritaskan pinjaman yang diajukan pemohon. Pemohon juga akan
    memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar. Pelaku usaha
    (pemohon) akan mendapatkan penghargaan karena usahanya menjadi besar dan dianggap teladan
    di bidangnya. Serta, mempunyai relasi yang makin luas.

    Berikut ini adalah contoh susunan suatu proposal.

    Halaman pertama (cover) memuat nama usaha/koperasi (di atas/ tengah halaman), tempat usaha,

    bulan dan tahun pembuatan proposal (biasanya di bawah).

    Halaman kedua memuat profil singkat usaha dan identitas pemilik usaha, yaitu nama, alamat

    dan telepon koperasi/perusahaan. Nama pengurus, karyawan dan direksi/manager, lokasi usaha
    dan jumlah anggota (bagi koperasi).

    Ringkas

    Isi proposal sebaiknya diringkas dan memuat antara lain, profil singkat usaha dan identitas
    pemilik, total kredit yang diminta, paket kredit bagi setiap anggota (bagi koperasi),
    jangka waktu pengembalian kredit, grace period (tenggang waktu), alternatif jaminan beserta
    nilai taksirannya dan kapan usaha akan dimulai, klasifikasi dan kemandirian koperasi dan
    kapan rencana usaha/proyek akan dijalankan.

    Isi Proposal

    Pendahuluan, yaitu berisikan tentang latar belakang pendirian usaha, alasan mengenai
    perlunya investasi dan modal kerja, serta iklim usaha secara umum dan rencana usaha ke
    depan.

    Tujuan penggunaan dana pembiayaan dan jumlah yang diperlukan, menerangkan tujuan penggunaan
    dana pembiayaan dan jumlah dana pembiayaan yang diperlukan. Juga bagaimana akan menggunakan
    dana tersebut secara spesifik dan jelas.

    Berisikan sejarah dan eksplanasi mengenai usaha koperasi, seperti informatif, factual dan
    tanpa emosi. Menyangkut kapan usaha didirikan, lokasi awal usaha didirikan, teknologi dan
    peralatan yang digunakan awal pendirian usaha, perkembangan jumlah karyawan/pengurus,
    perkembangan jumlah produksi, permintaan dari mana saja, dan pemasaran ke mana saja.

    Informasi Pasar Mengenai Produk dan Jasa Spesifik

    Informasi ini menggunakan fakta yang ada, dalam bentuk angka- angka dan nama-nama,
    misalnya, apa saja produk dan jasa yang ditawarkan (yang telah/akan dihasilkan), siapakah
    para pembeli produk dan saingannya. Apakah ada perusahaan mempunyai spesialisasi pada satu
    atau dua macam produk, atau memang menawarkan berbagai macam produk untuk dipasarkan. Apa
    yang dilakukan oleh pemilik usaha dalam menjaga atau meningkatkan bagiannya dalam pasar
    (market share). Permintaan-penawaran, identifikasi berbagai indikator umum yang ada
    kaitannya dengan permintaan dan penawaran produk seperti data kependudukan, pendapatan per
    kapita suatu wilayah, pemasaran produk dan data lainnya yang berhubungan dengan permintaan
    penawaran. Analisa persaingan, diuraikan posisi dan upaya pesaing dalam memasarkan produk
    sejenis, terutama perbandingan dalam mutu, harga, dan pelayanan. Saluran distribusi
    (terangkan metode saluran distribusi pemasaran serta jelaskan kelebihan saluran distribusi
    pemasaran yang digunakan). Rencana pemasaran (mengenai produk apa yang akan dipasarkan di
    lokal, antar kota, provinsi, dan eksport, serta perkembangan harga di tingkat lokal rata-
    rata 2-3 tahun terakhir.

    Aspek Produksi

    Halaman yang mengulas aspek produksi harus menerangkan perihal, proses produksi dan
    teknologi. Untuk usaha produksi sebaiknya dijelaskan teknologi yang diterapkan, mesin dan
    peralatan serta spesifikasi harga, proses produksi secara singkat, bagan dan arus produksi.
    Untuk bidang perdagangan juga ditulis proses pengadaan barang terjadinya transaksi hingga
    penyerahan barang. Berapa kapasitas produksinya (untuk jenis usaha produksi perlu
    mencantumkan kapasitas produksi dan rencana produksi per tahun). Membuat peta dalam bentuk
    gambaran tangan yaitu menjelaskan dimana lokasi usaha berada, penting lokasi usaha itu
    tidak terkena larangan pemerintah. Jelaskan juga secara rinci lahan/tanah dengan ukuran
    baku (hektar/meter persegi), misalnya apakah lahan itu hak milik, sewa atau bentuk
    kepemilikan lainnya (jelaskan apakah ada bangunan yang diperlukan untuk usaha. Perihal
    bahan baku dan bahan pembantu juga dijelaskan mudah/tidaknya dalam pengadaanya, termasuk
    sumber, ketersediaan pasokan, volume, mobilisasi bahan baku dan system pembeliannya
    (tunai/kredit).

    Aspek Sosial Ekonomi

    Halaman ini berisikan tentang penjelasan aspek sosial ekonominya, yaitu terhadap lapangan
    kerja, jelaskan apakah usaha tersebut mampu menyerap tenaga kerja, dan berapa jumlah tenaga
    kerja yang terserap oleh usaha itu. Apakah ada keterikatan dengan usaha besar, kecil, mikro
    dan koperasi mohon dicantunkan. Demikian berkaitan dengan pendapatan, berikan penjelasan
    mengenai usaha yang sedang dijalani akan memberikan pengingkatan pendapatan dan ekonomi.

    Sejarah Keuangan Usaha/Koperasi

    Untuk menguraikan hal ini (laporan keuangan) minimal selama dua tahun terakhir berupa,
    neraca, laporan laba/rugi, jenis, jumlah, dan penggunaan kredit, cashflow (arus kas)
    penerimaan dan pengeluaran dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Administrasi dan
    laporan-laporan lainnya. pembelian, produksi, dan penjualan/ekspor dan data-data menyangkut
    SDM, modal, dan material. Sebaiknya bentuk laporan keuangan ini diserahkan secara lengkap
    dan tepat.

    Proyeksi Keuangan

    Pada kolom ini yang menjelaskan soal proyeksi keuangan juga harus memuat beberapa hal,
    yairu tentang kapasitas usaha, pembelian, dan produksi, data penjualan dan ekspor, biaya
    proyek dan rencana pembiayaan, anggaran uang tunai (cash budget), laporan pendapatan
    (laba/rugi) proforma, neraca pro forma untuk satu tahun fiskal mendatang dan sumber dan
    penggunaan dana.

    Sifat Proyeksi Keuangan ini harus realistik, didasarkan atas asumsi-asumsi yang wajar dan
    dapat memberikan deskripsi tentang kemungkinan profit atau loss.

    Demikian perihal jaminan yang diberikan, juga dijelaskan tentang wujud jaminannya, berupa

    barang yang dibiayai serta jaminan lain bila dipandang perlu. Misalnya, berupa sebidang

    tanah dan bangunan/mesin, tanah kosong, persediaan barang, atau yang lanilla. tanah dan
    bangunan/mesin, tanah kosong, persediaan.

    Penutup

    Rubrik ini berisikan tentang harapan dan ucapan tarima kasih pada pihak bank (lembaga
    pemberi) kredit. Harapan dan ucapan terimakasih pada pihak bank .

    Lampiran

    Informasi tambahan lain yang mendukung dalam bentuk lampiran antara lain, fotokopi KTP,
    SIM, rencana-rencana dalam blueprint, gambar-gambar atau foto-foto, fotocopy dokumen-
    dokumen resmi (legal documents) seperti: SIUP, TDP, NPWP, Akta. Pendirian Usaha, identitas
    pengurus dan catatan-catatan penting serta data sensus dan data demografis.

    Dalam pelaksanaannya, data-data di atas dapat ditambah/dikurangi disesuaikan dengan jenis
    usaha. Pada substansinya, proposal yang komprehesif dan menarik sangat diperlukan untuk
    meyakinkan pihak perbankan untuk memberikan kredit.

    Selamat mencoba semoga
    berhasil.
    Upload Date 0
    Article Counter 8

    Polling tidak berhadiah
    0 Responden
    Ditutup
    [ Lihat Semua Polling ]

    SENJA DI PANTAI LOSARI
    Lentikan jari itu terurai lembut mengikuti irama Tunrung Pakanjara atau tabuhan gendang dari alat musik pui-pui. Deretan penari pria dan wanita melenggok dengan taburan senyum bersahabat, membelakangi surya yang perlahan mulai terbenam di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
    Topic: Wisata
    MENEROPONG NILAI EKONOMI SINGKONG
    Berkat sentuhan inovasi, nilai ekonomi singkong bisa terdongkrak tinggi. Komoditi yang kerap ditempatkan di kelas dua ini, berpotensi menjadi salah satu andalan untuk menopang ketahanan pangan dan energi di masa depan.
    Topic: Fokus
    PERTUMBUHAN IKSP MENGGEMBIRAKAN
    Bisnis IKSP tumbuh signifikan. Tapi tak demikian di sektor keanggotaan, cuma bertambah empat unit. Padahal jumlah KSP dan USP di tanah air, tak kurang dari 35 ribu unit.
    Topic: Nasional
    PASANG SURUT KOPERASI JAKARTA
    Konon, koperasi di DKI Jakarta sudah berusia satu abad, seiring kejayaan perdagangan era kolonial Belanda di Tanah Jawa. Tapi, pasang surut perkembangan koperasi di Ibu Kota RI selalu berujung pada kegetiran.
    Topic: Laporan Khusus
    PELUANG KEUANGAN SYARIAH
    Ketika banyak orang membicarakan bagaimana sulitnya mencari kerja, tanpa harus gembar-gembor, sektor keuangan syariah memberi bukti dengan menyerap banyak tenaga kerja.
    Topic: Keuangan

    Copyright majalah-pip.com 2008. All rights reserved. 16,166 Number of visitor since April 2007
    Created by PT. Ainet Multimedia Synergy, an IT Software Developer foc

  2. Dalam rangaka untuk melanjutkan program kerja Th 2009, sekaligus untuk memperkenalkan Swamitra Mina di Kota Banjarmasin, Swamitra Mina adakan RAT Th Buku 2008 yang pertama RAT ini dihadiri oleh kepala dinas Koperasi Provinsi Kalimantan Selatan, serta para anggota Koperasi Swamitra Lepp M3 dan para undangan.

    Koperasi Ini berdiri pada tahun 2005 dan sampai sekarang telah mencetak Laba yang cukup bagus, Dengan di nakhodai oleh Arkani sebagai Managernya, dan membawa beberapa karyawati sanggup membawa koperasi ini kearah yang lebih baik, semoga tahun tahun akan datang akan lebih baik lagi. Selamat.

  3. >> Swamitra Sumber, Karawang Lamban Tapi Pasti
    Berlokasi di dekat pasar Johar Karawang, idealnya Swamitra Sumber diminati banyak debitor. Tapi, perkembangan swamitra ini justru bergerak dengan filosofi alon-alon waton kelakon.
    Sewaktu masih bernama Koperasi Sumber, yang namanya diambil dari singkatan Sarana Usaha
    Membantu Beban Rumah Tangga, lembaga keuangan nonbank ini memang baru sekadar melayani
    anggota berupa simpan pinjam dengan nilai pinjaman maksimal Rp 5 juta. Tapi, memasuki
    1997, setelah menjalin kerja sama dengan Bank Bukopin, terbentuklah Swamitra Sumber dengan
    perkuatan pendanaan senilai Rp 500 juta. Imbasnya, swamitra ini mampu melayani kebutuhan
    anggota hingga sebesar Rp 50 juta.

    Secara bertahap, kualitas pelayanan pun jadi meningkat dan kinerja mengalami perubahan
    drastis. Dari pola pembukuan sederhana menjadi modern karena jajaran karyawannya telah
    mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Bank Bukopin agar dalam pelaksanaanya benar-benar
    profesional dan berkualitas. “Mereka mengikuti pelatihan di dalam kelas selama dua minggu
    dan praktiknya sebulan di swamitra yang ada di Jakarta dan Cirebon,” kata Account Officer
    Supervisi Mikro Kantor Cabang Bank Bukopin Karawang Indra Gunawan saat mendampingi PIP
    mengunjungi Swamitra Sumber di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Gang Rafia, Karawang,
    Jawa Barat, pertengahan Juni lalu.

    Seiring perjalanan waktu, seharusnya Swamitra Sumber bergerak maju. Tapi nyatanya dalam
    beberapa kali laporan pembukuan malah sempat mengalami minus, tapi berkat kerja keras lima
    orang karyawan yang dimanajeri Ano Supri Yatno, memasuki tahun berikutnya bisa menghasilkan
    surplus hasil usaha sebesar Rp 15 juta.

    Kini, setelah beroperasi selama hampir 12 tahun, aset Swamitra Sumber yang semula hanya
    beberapa juta saja, sekarang tercatat sekitar Rp 1,1 miliar. Angka yang memang masih
    relatif kecil jika dibandingkan dengan jangka waktu pendiriannya. Tapi memang begitulah
    kenyataannya, karyawan yang mendapat tugas untuk mengembangkan swamitra bukannya tidak
    bekerja secara maksimal, bahkan mereka sudah melakukan upaya pengembangan dengan berbagai
    cara, mulai dari melakukan usaha jemput bola dengan mendatangi para pemilik kios di
    lingkungan pasar, hingga pendekatan kepada para majikan atau juragan yang memiliki anak
    buah di tiap-tiap toko penjual sembako atau lainnya untuk memotivasi bawahannya supaya
    gemar menyimpan di swamitra. Kalaupun hasilnya masih belum dirasakan maksimal, dengan
    semangat yang dimiliki, para karyawan Swamitra Sumber merasa yakin dapat mengembangkan
    usahanya.

    “Kami sebenarnya sudah menyu­sun program bagaimana mengembangkan swamitra ini ke depan.
    Apalagi kalau melihat potensi yang ada, kesempatan untuk besar itu masih tetap terbuka,”
    kata salah seorang karyawan, Rahmad Guntur Nasution.

    Swamitra Sumber merupakan satu dari empat swamitra yang tersisa di bawah supervisi Kantor
    Cabang Bank Bukopin Karawang, tiga lainnya ada di Pasar Induk Cibitung Kabupaten Bekasi,
    Pasar Rengasdengklok dan Pasar Plered Purwakarta. Sedangkan empat swamitra lainnya sudah
    lama ditutup karena dalam perkembang­annya selalu mengalami minus.

    sumber: Majalah Pip Edisi Juli 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.